Tentang

Indonesiana

Indonesiana adalah langkah konkret pelaksanaan amanat Undang – Undang No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan melalui aksi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, yakni sebagai suatu platform atau mekanisme pengelolaan terpadu atas festival atau kegiatan budaya yang diselenggarakan Pemerintah Daerah dan didukung oleh Pemerintah Pusat serta dilaksanakan oleh seluruh pemangku kepentingan dalam satu wadah kerja bersama.

Indonesiana merupakan Platform Gotong Royong Kebudayaan, mulai dari festival kesenian hingga simposium ilmiah, dan juga kegiatan lain yang mengonsolidasi penggunaan sumber daya pembangunan kebudayaan secara strategis. Indonesiana tidak dimaksudkan untuk menyeragamkan festival atau kegiatan budaya di Indonesia, melainkan meningkatkan kualitas dan mengamplifikasi dampak dari tiap-tiap festival atau kegiatan yang terhimpun di dalamnya. Indonesiana juga bukan merupakan sebuah festival.

Fungsi platform Indonesiana tahun 2019 adalah menciptakan dan sekaligus menguatkan benang merah di antara berbagai inisiatif kegiatan budaya, sehingga menguatkan landasan nilai, arah, orientasi dan karakteristik pembangunan kebudayaan Indonesia.

Tujuan platform Indonesiana adalah:
1. Sinergi untuk memaksimalkan pendayagunaan

sumber daya kebudayaan untuk tujuan pembangunan

nasional dalam bidang kebudayaan;
2. Terpolanya gotong royong pemajuan kebudayaan

dengan tingkat efektivitas, efisiensi, dan keberlanjutan yang tinggi pada tahun 2020.

Latar Belakang

  • Dengan disahkannya UU No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan muncul kebutuhan untuk menangani kegiatan budaya secara lebih sistematis. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merancang sebuah inisiatif baru, yaitu kegiatan pengembangan platform Indonesiana, sebuah struktur hubungan terpola antar penyelenggara kegiatan budaya daerah di Indonesia yang dibangun secara gotong-royong.
  • Inisiatif ini dirumuskan dengan memperhatikan gejala fragmentasi kegiatan budaya dan ketiadaan standar penyelenggaraan kegiatan budaya. Gejala tersebut mencakup, antara lain: tidak jelasnya dampak kegiatan budaya dalam kehidupan masyarakat, penyelenggaraan kegiatan budaya yang minim investasi dan boros biaya, serta kondisi keberlanjutan kegiatan budaya yang memprihatinkan. Gotong-royong, meskipun nyata dalam penyelenggaraan kegiatan budaya, sering kali tidak diperhitungkan. 
  • Padahal, festival berpotensi menjadi ajang untuk menguatkan karakter budaya bangsa. Festival juga dapat menjadi wahana untuk menumbuh-kembangkan identitas budaya yang memperlihatkan bukan hanya keunikan melainkan juga ketersambungan daerah. Studi kegiatan menegaskan kegiatan budaya memberikan lahan yang subur bagi tumbuh-kembangnya sinergi antarpemangku kepentingan, sehingga mendorong efisiensi penyelenggaraannya. Itulah sebab, dalam menjalankan mandat UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memusatkan perhatian kepada kegiatan budaya, diawali dengan penyelenggaraan festival.
  • Dengan latar belakang inilah, platform Indonesiana dirumuskan. Pihak-pihak yang bergotong-royong diharapkan akan membentuk dan memperoleh cara serta fasilitas untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan budaya. Pelaku budaya akan membentuk dan memperoleh jalan untuk memantapkan pengembangan kegiatan budayanya. Lebih jauh, kebudayaan akan mendapatkan kesempatan untuk memperlihatkan posisinya sebagai haluan pembangunan nasional seperti yang diamanatkan oleh UU No. 5 Tahun 2017.
  • Gotong-royong pemajuan dikatakan terpola bila telah menerapkan standar penyelenggaraan kegiatan budaya secara menyeluruh dan konsisten selama setidaknya tiga kali berturut-turut. Standar nasional akan diterapkan pada tahun 2020 setelah, targetnya, 137 kegiatan budaya terlaksana di bawah platform Indonesiana. Untuk tahun 2018 sendiri, Indonesiana akan mendampingi penyelenggaraan 13 festival dari 9 wilayah di Indonesia.
  • Indonesiana membuka peluang seluas-luasnya bagi berbagai pihak yang memiliki kepedulian dan kepentingan atas pemajuan kebudayaan di Indonesia untuk terlibat dalam semangat gotong royong.

Skema Pemajuan Kebudayaan berdasarkan UU No. 5 2017 , tentang Pemajuan Kebudayaan

Persoalan yang ingin dijawab

Permasalahan dalam tata kelola kegiatan kebudayaan nasional:

Fragmentasi kegiatan budaya dan ketiadaan standar penyelenggaraan kegiatan budaya. Gejala tersebut mencakup, antara lain: tidak jelasnya dampak kegiatan budaya dalam kehidupan masyarakat, tidak terbangunnya ekosistem kebudayaan, penyelenggaraan kegiatan budaya yang minim investasi dan boros biaya, serta kondisi keberlanjutan kegiatan budaya yang memprihatinkan. Gotong-royong, meskipun nyata dalam penyelenggaraan kegiatan budaya, sering kali tidak diperhitungkan.

Unsur penting dalam Platform Indonesiana

Gotong Royong

Penguatan Lokal

Partisipatif

Ketersambungan

Keragaman

Indonesiana bukan pemilik festival

Indonesiana membantu tata kelola festival seni budaya yang berkelanjutan, berjejaring, dan berkembang.

Tujuan

Menghidupkan ekosistem objek pemajuan kebudayaan secara merata dan berkelanjutan.

Terpolanya gotong royong pemajuan kebudayaan dengan tingkat efektivitas, efisiensi dan keberlanjutan yang tinggi.

Terwujudnya pengelolaan kebudayaan yang mendorong norma, standar, prosedur dan kriteria dibidang kurasi dan penyelenggaraan festival budaya untuk peningkatan mutu tata kelola kebudayaan yang efektif dan efisien.

Menghadirkan festival kebudayaan berskala internasional, ikut meningkatkan pendapatan daerah, potensi pariwisata dan persepsi publik atas daerah.

Indonesiana menjadi wadah untuk berkolaborasi dengan program Kementerian/Lembaga yang hendak melakukan pemetaan pembangunan di daerah.

Membangun kerjasama strategis antar instansi pemerintah baik Pusat dan Daerah.

Terjadinya transfer of knowledge dan peningkatan Sumber Daya Manusia bidang kebudayaan di daerah.

Mendorong transaksi ekonomi didaerah dengan penyelenggaraan festival bertaraf internasional yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk tampil sebagai pelaku budaya.

Tim Kerja & Pendampingan

KURASI PRODUKSI

HUMAS PUBLIKASI

PENGELOLAAN PENGETAHUAN

KERJA SAMA SPONSORSHIP

Mekanisme Kerja Indonesiana

Mekanisme Kerja Indonesiana

Sekretariat Indonesiana

Direktorat Jenderal Kebudayaan
Kompleks Kementerian Pendidikan & Kebudayaan
Gedung E, Lantai 6
Jl. Jenderal Sudirman, Senayan,
Jakarta, Indonesia 10270
t: 0895-0445-3551 (PIC : Tendy)
e : sekretariat@indonesiana.or.id
ig : platform_indonesiana